24 Okt 2013

Resepsi 12 Oktober 2013 di Kraton Maospati

Seusai Ijab Qobul jam 10 pg td langsung di lanjut ke acara resepsi jam 1 siank.
Acara di buka dengan
  •  Liron kembar mayang
 Saling tukar kembar mayang antar pengantin, bermakna menyatukan cipta, rasa dan karsa untuk mersama-sama mewujudkan kebahagiaan dan keselamatan.

sayang ga ada dokumentasinya pas pertukaran kembang mayang nya

  • . Gantal
Daun sirih digulung kecil diikat benang putih yang saling dilempar oleh masing-masing pengantin, dengan harapan semoga semua godaan akan hilang terkena lemparan itu.

  •   Ngidak endhog
Pengantin putra menginjak telur ayam sampai pecah sebagai simbol seksual kedua pengantin sudah pecah pamornya.

  •   Pengantin putri mencuci kaki pengantin putra
Mencuci dengan air bunga setaman dengan makna semoga benih yang diturunkan bersih dari segala perbuatan yang kotor.



  •  Minum air degan
Air ini dianggap sebagai lambang air hidup, air suci, air mani (manikem).

  •  Masuk ke pasangan
Bermakna pengantin yang telah menjadi pasangan hidup siap berkarya melaksanakan kewajiban.



 Setelah melalui tahap panggih, pengantin diantar duduk di sasana riengga, di sana dilangsungkan tata upacara adat Jawa, yaitu :

  •  mbubak
Istilahnya yaitu pelepasan anak dari pihak keluarga, memohon do’a untuk kelancaran acara pernikahan, dan mendo’akan calon mempelai pengantin.


  •   Kacar-kucur
Pengantin putra mengucurkan penghasilan kepada pengantin putri berupa uang receh beserta kelengkapannya. Mengandung arti pengantin pria akan bertanggung jawab memberi nafkah kepada keluarganya.


  •  Dulangan
Antara pengantin putra dan putri saling menyuapi. Hal ini mengandung kiasan laku memadu kasih diantara keduanya (simbol seksual). Dalam upacara dulangan ada makna tutur adilinuwih (seribu nasihat yang adiluhung) dilambangkan dengan sembilan tumpeng yang bermakna :
- tumpeng tunggarana : agar selalu ingat kepada yang memberi hidup.
- tumpeng puput : berani mandiri.
- tumpeng bedhah negara : bersatunya pria dan wanita.
- tumpeng sangga langit : berbakti kepada orang tua.
- tumpeng kidang soka : menjadi besar dari kecil.
- tumpeng pangapit : suka duka adalah wewenang Tuhan Yang Maha Esa.
- tumpeng manggada : segala yang ada di dunia ini tidak ada yang abadi.
- tumpeng pangruwat : berbaktilah kepada mertua.
- tumpeng kesawa : nasihat agar rajin bekerja.


  • Sungkeman
Sungkeman adalah ungkapan bakti kepada orang tua, serta mohon doa restu. Caranya, berjongkok dengan sikap seperti orang menyembah, menyentuh lutut orang tua pengantin perempuan, mulai dari pengantin putri diikuti pengantin putra, baru kemudian kepada bapak dan ibu pengantin putra.

  •  Dan yg terakhir Foto2 deh... hihihiiiii 
ini neh yg paling di tunggu2, Narsis Ria lahhh
with my Family
dr kiri Ian, Momy, Suami, Aku, Bapak, Galih, dan yg di tengah Kecil Adekq si Nina

teman2 SMP,,
dr kiri : Pasutri Agung & Ranti yg gendonk Syifa anak nya,
Tengah Pengantin
Nurul Arifa
Nuning & Delly ( baru Jadian booo .... )



 Hahhaaa... Pengantennya tanpa expresi,,, hihihiiii

Tidak ada komentar:

Posting Komentar